You are here:
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Ribuan Warga Enam Desa di Halmahera Barat Ancam Golput

Ribuan Warga Enam Desa di Halmahera Barat Ancam Golput 

TERNATE, LINDO - Warga enam desa di perbatasan Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, Maluku Utara, yang selama ini disengketakan pemerintah kabupaten kedua daerah itu mengancam tidak akan menggunakan hak pilih (golput) pada pilkada yang akan datang. "Sebagian besar warga di enam desa tersebut sudah sepakat akan golput kalau tetap dipaksa memilih untuk pilkada Kabupaten Halmahera Utara, karena warga merasa tetap menjadi bagian dari Halmahera Barat, jadi hanya mau memilih di pilkada Halmahera Barat," kata salah seorang warga asal enam desa tersebut Yulius di Ternate, Sabtu (1/8). Sesuai keputusan pemerintah pusat enam desa tersebut di antaranya Desa Pasir Putih, Desa Bobaneigo, Desa Tetewang, Desa Akelamokao, Desa Akesahu, dan Desa Dum-dum,…

Selengkapnya

Bawaslu Malut Minta Tim Sukses Bersihkan Baliho

Bawaslu Malut Minta Tim Sukses Bersihkan Baliho 

TERNATE, LINDO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara (Malut), meminta seluruh tim sukses bakal calon (balon) yang bertarung di pilkada 9 Desember membersihkan seluruh baliho dan alat peraga kampanye yang masih ada di tempat umum. "Kami meminta kepada seluruh tim sukses, sebelum penetapan pasangan calon di pilkada serentak 24 Agustus semua alat peraga kampanye dibersihkan," kata Ketua Bawaslu Sultan Alwan, di Ternate, Jumat (31/7). Menurut dia, Bawaslu pun telah menginstruksikan kepada seluruh Panwaslu kabupaten/kota berkoordinasi dengan Pemkot setempat untuk membersihkan seluruh spanduk dan baliho dari berbagai tempat umum. Terkait dengan adanya pelanggaran saat deklarasi bakal calon pilkada di berbagai kabupaten/kota, Sultan mengatakan ada temuan terutama di Kota Ternate berupa…

Selengkapnya

Helmi Yahya Jalani Tes Kesehatan Calon Bupati

Helmi Yahya Jalani Tes Kesehatan Calon Bupati 

PALEMBANG, LINDO - Artis dan prasenter Helmi Yahya pada hari Kamis (30/7) ini menjalani tes kesehatan bakal calon bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk maju pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015. Helmi Yahya berpasangan dengan anggota DPRD Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin di Palembang, Kamis (30/7). Selain pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Helmi Yahya/Muchendi Mahzareki pada hari terakhir tes kesehatan itu dari Ogan Ilir juga ada H Sobli Rozali/H Taupik Toha dan Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi/HM Ilyas Panji Alam. Selanjutnya dari Ogan Komering Ulu juga ada pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Hj Percha/M Nasir Agun dan Kuryana Aziz/Johan Anuar. Sementara…

Selengkapnya

Legislator Kemukakan Penyebab Pilkada

Legislator Kemukakan Penyebab Pilkada "Sepi" Peminat 

JAKARTA, LINDO - Anggota DPR Jazuli Juwaini menilai ada empat penyebab pelaksanaan pilkada serentak sepi peminat untuk bertarung dalam kontestasi tersebut. "Banyak faktor yang membuat peminat pilkada menurun dibanding sebelumnya. Pertama, lemahnya komunikasi politik sehingga melahirkan sulitnya mencari perahu partai yang mencukupi untuk maju," katanya di Jakarta, Kamis (30/7). Dia mengatakan faktor kedua adalah prosedural teknis yang diatur dalam UU Pilkada dan peraturan yang dinilai berat seperti buat calon perorangan. Faktor ketiga menurut dia, kuatnya incumben yang maju untuk kedua kali membuat pesaing agak takut lalu ditambah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan anggota legislatif mundur ke pilkada. "Ketika tokoh lokal tidak ada yang berani, lalu tokoh pusat pun enggan…

Selengkapnya

Komisi II DPR Akan Kunker ke Lampung

Komisi II DPR Akan Kunker ke Lampung 

BANDARLAMPUNG, LINDO - Komisi II DPR RI akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung selama dua hari, pada 4--5 Agustus 2015 dalam rangka meninjau persiapan dan kesiapan pemilukada serentak di daerah itu. "Selain itu, rombongan DPR RI itu juga akan menggelar pertemuan dengan KPU provinsi/kabupaten/kota, Bawaslu provinsi dan panwaslu kabupaten/kota se-Provinsi Lampung," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik, Harun Al Rasyid, di Bandarlampung, Kamis (30/7). Ia menyebutkan, Komisi II DPR RI akan mengkaji kesiapan pemilukada, serta akan mengadakan pertemuan dengan gubernur Lampung/bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung, pimpinan DPRD Provinsi Lampung dan satuan kerja perangkat daerah terkait. Kunker rombongan DPR RI itu, lanjutnya, juga mengamati pelayanan publik, penanganan…

Selengkapnya

Legislator Minta KPU Dinamis Dalam Pendaftaran Pilkada

Legislator Minta KPU Dinamis Dalam Pendaftaran Pilkada 

JAKARTA, LINDO - Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarul Zaman meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih dinamis dan memberi kelonggaran dalam perpanjangan pendaftaran calon kepala daerah di Pilkada serentak. "Saya meminta KPU melonggarkan (pendaftaran calon kepala daerah) namun jangan melanggar aturan persyaratan seorang menjadi kepala daerah," katanya di Jakarta, Kamis (30/7). Rambe mencontohkan ada beberapa daerah yang calon kada ditolak berasal dari dua partai yang sedang berselisih seperti Golkar dan PPP. Dia juga meminta antara KPU Pusat dan KPU di daerah harus sinkron artinya apabila ada kebijakan di pusat terkait parpol sudah diterima maka kebijakan di daerah harus sinkron. "Lalu terkait ijazah, apabila sudah memenuhi batasan pendidikan yaitu SMA/…

Selengkapnya

Komisi III DPR Pertanyakan Pengamanan Pilkada di Maluku

Komisi III DPR Pertanyakan Pengamanan Pilkada di Maluku 

AMBON, LINDO - Komisi III DPR-RI menanyakan rencana strategis serta kesiapan Polda Maluku dalam mengamankan pilkada serentak pada empat kabupaten di provinsi itu yang akan berlangsung 9 Desember 2015. "Pengamanan pilkada serentak sangat strategis guna mencegah jangan sampai terjadi persoalan yang muncul seperti di Kabupaten Seram Bagian Timur," kata anggota komisi III DPR, Rohani Vanath di Ambon, Kamis (30/7). Penjelasan Rohani disampaikan dalam pertemuan rombongan komisi III dipimpin Trimedia Panjaitan dengan Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail. Menurut Rohani, tahun 2005 lalu ada aksi pembuangan kotak-kotak suara ke laut dan tahun 2010 ada aksi pembakaran kantor pemerintah di Kabupaten Seram Bagian Timur ketika berlangsung proses pilkada. "Ada juga satu oknum…

Selengkapnya

Gubernur NTB: Jangan ada Intimidasi di Pilkada

Gubernur NTB: Jangan ada Intimidasi di Pilkada 

MATARAM, LINDO - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi berharap tidak ada praktik-praktik intimidasi dalam proses pilkada serentak yang akan berlangsung di tujuh kabupaten/kota di provinsi itu. "Pilkada itu harus damai dan menyenangkan. Tidak boleh ada intimidasi ataupun ada hal-hal yang ingin merusak tatanan dan sistim birokrasi," kata Zainul Majdi di Mataram, Rabu (29/7). Menurut dia, pilkada merupakan ajang mencari pemimpin dan masyarakat bebas untuk memilih siapa pemimpinnya. Karenanya, kalaupun ada yang mengatakan pilkada harus diundur karena ada hanya satu calon yang mendaftar, tidak lantas hal itu diartikan roda birokrasi ataupun pelayanan terhadap publik terhenti karena ada proses pilkada. "Jangan karena ada hanya satu pasangan calon yang mendaftar,…

Selengkapnya

KPU Terima 810 Pasangan Calon Kepala Daerah

KPU Terima 810 Pasangan Calon Kepala Daerah 

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemilihan Umum, sampai Rabu (29/7) pukul 19.30 WIB, telah menerima nama 810 pasangan calon pimpinan daerah yang akan berkompetisi dalam pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015. "Jumlah pasangan calon kepala daerah yang mendaftar berjumlah 810 pasangan yang tersebar di 268 daerah yang ada di Indonesia," ujar Komisioner KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (29/7) malam. Arif melanjutkan, dari jumlah tersebut, 20 pasangan merupakan calon gubernur dan wakil gubernur, yaitu dua pasangan perseorangan dan 18 pasangan dari partai politik, yang akan mengikuti pilkada di sembilan provinsi. Untuk pasangan bupati dan wakil bupati, KPU menerima 676 pasangan calon, berasal dari 223 kabupaten. Dari…

Selengkapnya

Kakak dan Adik Berlawanan di Pilkada Bone Bolango

Kakak dan Adik Berlawanan di Pilkada Bone Bolango 

GORONTALO, LINDO - Dua bersaudara yang maju mencalonkan diri pada Pilkada Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terpaksa berhadapan satu sama lain karena berada pada dua kubu berbeda.Kakak dan adik yang siap bertarung pada Pilkada di sini adalah Mohamad Kilat Wartabone yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati untuk calon bupati petahana Hamim Pou, dan Kris Wartabone sang adik yang menjadi calon bupati dan didampingi Tahir Badu sebagai calon walik bupatinya.Yakob Tangahu, ketua tim pemenangan pasangan petahana Hamim Pou-Kilat Wartabone, Rabu (29/7), mengatakan hanya di Bone Bolango ada kakak dan adik yang berbeda partai pengusung untuk bertarung pada Pilkada nanti.Dia menjelaskan, Hamim-Kilat diusung oleh PAN, PKPI dan Nasdem, sedangkan Kris Wartabone -…

Selengkapnya

Warga Depok Tuntut KPU Depok Transparan

Warga Depok Tuntut KPU Depok Transparan 

DEPOK, LINDO - Warga Depok yang tergabung dalam Masyarakat Selamatkan Kota Depok (Maskod) melakukan aksi unjuk rasa di KPU Kota Depok, untuk menuntut transparansi kelengkapan persyaratan pada pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok pada Pilkada Serentak 2015. Koordinator Aksi, Rachman Tiro dalam orasinya di depan KPU Kota Depok, Rabu (29/7) menduga ada salah parpol yang mendaftarkan diri pada Senin (27/7) untuk menjadi calon kepala daerah tidak ditandatangani ketua umum sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam PKPU No. 12 Tahun 2015. "Kami minta KPU Kota Depok bisa menjelaskan hal tersebut secara transparan kepada warga Depok," katanya. Selain itu kata dia ketidakhadiran salan satu pengurus partai tersebut juga masih…

Selengkapnya

Tak Mau Calon Boneka, Nasdem Abstain di Empat Pilkada

Tak Mau Calon Boneka, Nasdem Abstain di Empat Pilkada 

SURABAYA, LINDO - Partai NasDem menyatakan mengibarkan bendera putih atau menyerah pada Pemilihan Kepala Daerah di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Kediri, yang semuanya ada di Jawa Timur."Di empat daerah tersebut kami mengibarkan bendera putih atau abstain untuk Pilkada serentak," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Timur Effendi Choirie kepada wartawan di Surabaya, Rabu (29/7).Ia beralasan, partainya tidak mau mendukung calon bentukan yang ditengarai akan dilakukan di daerah-daerah ini karena hanya ada satu pasangan calon mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum daerah setempat."NasDem masih memiliki integritas politik sehingga enggan mengusung calon boneka. Lebih baik kibarkan bendera putih saja daripada mendukung calon boneka," kata pria yang akrab…

Selengkapnya

Golkar Resmi Jadi Pengusung Airin Dalam Pilkada Tangsel

Golkar Resmi Jadi Pengusung Airin Dalam Pilkada Tangsel 

TANGERANG, LINDO - Partai Golkar masuk menjadi partai pengusung pasangan petahana Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, setelah sebelumnya berkas dukungan yang diserahkan ke KPU saat mendaftar belum lengkap.Ketua KPU Kota Tangerang Selatan Muhammad Subhan mengatakan, kelengkapan berkas Partai Golkar diserahkan kepada KPU kemarin (28/7)."Partai Golkar yang saat mendaftar belum lengkap berkasnya, kini sudah lengkap dan menjadi partai pengusung untuk pasangan Airin-Benyamin," kata Muhammad Subhan di Tangerang, Rabu (29/7).Subhan menjelaskan, dengan dilengkapinya berkas Partai Golkar maka Airin-Benyamin diusung enam partai politik, yakni Golkar, PKB, PAN, Nasdem, PKS dan PPP.Berkas yang ketika itu belum dilengkapi adalah model B1 KWK atau surat persetujuan dari pengurus pusat…

Selengkapnya

MPR: Keputusan MK Terkait Pilkada Harus Disempurnakan

MPR: Keputusan MK Terkait Pilkada Harus Disempurnakan 

JAKARTA, LINDO - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengatakan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan anggota legislatif harus mengundurkan diri dari jabatannya sejak ditetapkan memenuhi persyaratan oleh KPU atau KIP, perlu disempurnakan. "(Putusan MK) bukan negatif namun harus disempurnakan, karena banyak anggota legislatif (yang potensial) tidak jadi maju (dalam Pilkada serentak)," katanya di Gedung Nusantara V, Jakarta, Rabu (29/7). Dia menjelaskan ada beberapa anggota legislatif yang potensial untuk memimpin daerahnya, tidak jadi maju dalam kontestasi Pilkada karena putusan MK. Menurut dia hal itu semakin sulit mencari calon-calon pemimpin di daerah karena persyaratannya bagi anggota legislatif harus mundur terlebih dahulu. "Ada adiknya Pak Mahyudin (Wakil Ketua MPR RI) di Kutai Timur padahal…

Selengkapnya

DPR Minta Pengamanan Pilkada Sumsel Dimaksimalkan 

PALEMBANG, LINDO - Komisi III DPR RI minta pengamanan pemilihan kepala daerah di Sumatera Selatan pada 9 Desember 2015 harus dimaksimalkan supaya berlangsung sukses. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah harus berjalan sukses supaya tidak mengalami hambatan, kata Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin usai rapat dengan pendapat di Palembang, Senin. Di Sumsel sendiri ada tujuh kabupaten yang akan menggelar Pilkada yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musirawas, dan dua daerah pemekaran yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) dan Musirawas Utara (Muratara). Menurut dia, untuk menyukseskan pemilihan kepala daerah itu, maka salah satunya pengamanan harus diutamakan. Yang jelas, lanjut dia, mulai dari proses hingga pasca…

Selengkapnya

Pre 1 2 3 4 5 Next

Cerita Ritual Seks di Gunung Kemukus Untuk Cari Kekayaan

PDFCetakSurel

SRAGEN, LINDO - Sudah menjadi cerita umum, ada ritual mencari pesugihan semacam babi ngepet dan lainya dilakukan orang di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan pesugihan itu, konon harus berhubungan seks dengan pasangan tidak sah.

Ritual mesum ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Di gunung ini, ratusan warga dari berbagai wilayah di Jawa terutama datang berduyun-duyun ke Gunung Kemukus ini. Mereka bertujuan untuk mencari pasangan melakukan ritual pesugihan itu. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat?

Tempat ritual ini berada di Gunung Kemukus tepatnya terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan, dari situ di sebelah kiri jalan akan ditemukan pintu gerbang yang bertuliskan "Daerah Wisata Gunung Kemukus", dari gerbang tersebut kita bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu.

Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil.

Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya . Tapi jika ingin membawa pasangan sendiri pun tidak jadi masalah.

Acara ritual seks di Gunung Kemukus ini ada yang menganggap hanya sebuah legenda rakyat daerah. Zaman dulu dikisahkan tentang seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro bangsawan ini berasal dari kerajaan Majapahit tapi ada juga yang menyebutnya berasal dari zaman Kerajaan Pajang.

Menurut cerita, Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri yaitu Dewi Ontrowulan. Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.

Setelah diusir oleh ayahnya inilah Pangeran Samudro melakukan perjalanan hingga akhirnya sampai ke Gunung Kemukus, tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan.

Singkat cerita, ibu dan anak yang tengah dilanda asmara ini melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu. Namun, sebelum sempat ibu dan anak ini melalukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia.

Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Menurut cerita lainnya, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.

"Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun". Begitulah isi sumpah yang dilontarkan Pangeran Samudro sebelum akhirnya wafat.

Dari cerita legenda tentang Pangeran Samudro ini lah ritual di Gunung Kemukus seolah menjadi ajang pesta seks untuk meminta kekayaan. Jika berhasil, kedua pasangan yang bukan sah sebagai suami istri ini harus bertemu kembali untuk melakukan selamatan dan syukuran di Gunung Kemukus itu kembali.

Jika ingkar, maka kedua pasangan yang telah berjanji di makam Pangeran Samudro ini, akan jatuh miskin kembali. Bahkan, menurut mitos dan kepercayaan warga mereka atau titisan kedua pasangan yang melakukan ritual mesum berdua itu akan mengalami celaka. (MERD/RITA)

Berita Terkait Lainnya