Medialiputanindonesia.com, (BOYOLALI) – Bupati Boyolali Seno Samodro, Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat, dan Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto ikut bersama sekitar seribu warganya dalam acara pidato Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto.

Menggunakan sepeda motor, demonstrasi ke arah lokasi di Gedung Balai Sidang Mahesa, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu, 4 November 2018.

Pidato Prabowo yang diprotes tentang “tampang Boyolali”. Pengunjuk rasa korban ungkapan Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu melukai hati warga Boyolali.

“Seperti Anda lihat di Balai Sidang Mahesa ini ada panggung Forum Boyolali Bermartabat. Banyak orasi, spanduk-spanduk, penerimaan unek-uneknya, dan aspirasi masyarakat yang kata-kata pidato Prabowo yang nyinyir terhadap Boyolali, ”kata Bupati Seno Samodro kepada pers usai berorasi.

Meskipun ada pengubah ekspresi yang kekecewaan, Seno tempat yang memungkinkan pengunjuk rasa tetap tertib. Dia mengimbau pendemo tidak melakukan aksi anarkis.

Pidato Capres Nomor Urut 02 berisi ungkapan “tampang Boyolali” berlangsung saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga di kabupaten ini pada Selasa (2/11/2018).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia kemudian memberikan ilustrasi tentang ketimpangan sosial dengan menyebut “tampang Boyolali” akan terasing jika memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya, tampang orang Boyolali ini. Betul? ”Kata Prabowo di hadapan para pendukungnya.

Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno, wakil Capres Prabowo, pernyataan itu tidak dipolitisir. Sandiaga ungkapan inti pesan Prabowo adalah yang dimaksud dengan orang yang belum di dukung sejahtera.

“Jangan dibesar-besarkan. Kita fokus mempersatukan, ”kata Sandiaga di Makassar, Minggu, 4 November 2018.

Ditambahkan, ungkapan Capres Prabowo merupakan salah satu dari bapak bangsa yang menjelaskan fokus perjuangannya. Prabowo mengajak semua elemen rakyat untuk mengurangi energi antara kelompok kaya dan miskin hari ini.

Menurut Sandiaga, jurangalami harus selesai secara permanen. “Jangan sampai kita akhirnya mengerucutkan isunya yang tidak substansial sama sekali,” lanjut Cawapres Sandiaga.(A.riri / RE).